SHARE NOW

Warga Palestina Ditembak Mati usai Tusuk Empat Orang Hingga Tewas

Terjadi penembakan Seorang pria di Plaestina didekat pusat perbelanjaan di kota Beer al-Sabe atau Be’er Sheva, Israel Selatan. Pria tersebut ditembak mati dan sebelumnya diduga melakukan penusukan yang menewaskan empat orang dan melukai dua lainnya.

Pelaku tersebut sudah diindentifikasi oleh media lokal sebagai Ahmed al-Qiaan, 33 tahun, seorang guru yang berasal dari Kota Hura di wilayah Naqab (Negev). Ahmed pernah diberi hukuman penjara, diduga ia pernah tergabung dalam sekelompok ISIL (ISIS).

Polisi Israel mengatakan Ahmed al-Qiaan ditembak oleh seorang pejalan kaki di sebuah pompa bensin. “Tampaknya seorang teroris tunggal yang melakukan penusukan,” kata juru bicara polisi Eli Levy pada hari Selasa, (22/03) dalam pernyatannya kepada Channel 13 TV seperti dikutip dari Al Jazeera.

Tiga Wanita petugas medis tersebut mengatakan seorang pria tewas dalam serangan penusukan  dan dua orang lainnya terluka serta satu kritis.

Media Palestina telah melaporkan diduga polisi Israel telah melakukan serangan di Hura dan Houra, Sebuah kota Badui di Distrik Selatan Israel, dan menutup jalan di sekitar kediaman Ahmed al-Qiaan.

Naftali Bennett, Perdana Menteri Israel mengatakan bahwa dalaam sebuah pernyataan pasukan keamanan saat ini dalam siaga tinggi. “Kami akan bertindak tegas terhadap operasi teroris. Kami akan menindaklanjuti dan menangkap mereka yang memberikan bantuan kepada mereka,” bunyi pernyataan itu.

Sementara itu, Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza dan kelompok Jihad Islam Palestina memuji serangan Ahmed al-Qiaan.

Abdel-Latif al-Qanou, selakuk juru bicara Hamas menyebut bahwa Tindakan al-Qiaan tersebut merupakan balasan terhadap sikap Israel yang menduduki tanah-tanah rakyat Palestina.

Sementara, Tariq Salmi selaku juru bicara jihad Islam mengklaim serangan tersebut sebagai respons alami terhadap kejahata penduduk Israel di Naqab. “Israel akan menyadari sekali lagi bahwa rakyat kami tidak akan menyerah,” ucap dia.

Orang-orang Badui Palestina di Naqab sudah sekian lama telah dihadapi oleh diskriminasi karena Israel telah mendorong rencana untuk mengganti desa-desa di Badui tersebut dengan kota-kota khusus Yahudi. Yang dimana Mereka sering ditolak layanan negara, termasuk air, listrik dan fasilitas pendidikan.

Sekitar 300 ribu orang Badui Palestina yang memegang kewarganegaraan Israel tinggal di wilayah tersebut, yang merupakan sekitar setengah dari daratan negara itu. Setidaknya 30 persen dari mereka tinggal di sekitar 35 desa yang tidak dianggap oleh pemerintah Israel di bawah ancaman pembongkaran.

Pasukan Israel secara teratur melakukan perintah pembongkaran di daerah tersebut, dengan alasan bahwa desa-desa ini tidak memiliki izin bangunan, tetapi penduduk Palestina di sana mengatakan tidak mungkin mendapatkan izin untuk membangun secara legal.

Sumber: AL JAZEERA
Jurnalis: Asep

NEWSTICKER
No post ...