SHARE NOW

Arus Mudik Terus Mengalir Dari Sampit Menuju Pulau Jawa

TVSidoarjo – Arus mudik Lebaran masih mengalir dari Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah menuju Pulau Jawa, meskipun Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah telah berlalu dan saat ini telah memasuki arus balik.

 

“Mudik susulan masih terjadi. Dilihat dari K.M. Leuser yang berangkat Jumat (06/05) membawa 467 penumpang. K.M. Kirana III yang berangkat hari ini (7/5) sudah ada 560 tiket terjual dan kemungkinan terus bertambah,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Agustinus Maun melalui Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, Nurmasita Sabtu (07/05/2022).

 

Penumpang yang bertolak dari Pelabuhan Sampit menuju Semarang maupun…

Fasilitas Pelayanan Kesehatan Di Surabaya Antisipasi Penyebaran Hepatitis Akut

 

TVSidoarjo – Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan Puskesmas di Kota Surabaya, Jawa Timur, mengantisipasi penyebaran hepatitis akut pada anak yang telah menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia sejak 15 April 2022.

 

“Belum ada suspek di Surabaya, tapi kami meminta agar masyarakat tetap waspada, tidak panik karena sudah disiapkan standar pelayanannya,” kata Wakil Wali Kota Surabaya Armuji di Surabaya, Sabtu (07/05/2022).

 

Menurut dia, Dinas Kesehatan Surabaya telah menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), baik di dua rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Pemkot Surabaya maupun 63 Puskesmas di Surabaya untuk mengantisipasi penyebaran hepatitis akut.

 

Melalui Puskesmas, lanjut dia, telah disosialisasikan dan ditingkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, penguatan surveilans oleh tenaga kesehatan dan segenap kader di masyarakat akan selalu diperbaharui.

 

Armuji mengatakan berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Jawa Timur, pada pekan pertama hingga ke-17 Tahun 2022 (per 4 Mei 2022), telah ditemukan 114 kasus suspek atau menunjukkan gejala jaundice (kuning) akut atau hepatitis akut di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur. “Semoga hepatitis akut ini tidak menjalar di Surabaya,” kata Armuji.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina sebelumnya mengatakan pada 28 April 2022, pihaknya mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang meminta setiap fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan upaya dan kesiapsiagaan mewaspadai potensi kasus tersebut.

 

Surat edaran tersebut menindaklanjuti SE Kemenkes RI Nomor HK 02/C/2515/2022 tanggal 27 April 2022 tentang Kewaspadaan terhadap penemuan kasus hepatitis akut yang tidak diketahui Etiologinya atau penyebabnya.

 

Nanik mengatakan sejumlah upaya meningkatkan kewaspadaan dini kepada masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan dimaksimalkan. Bagi setiap rumah sakit, Dinkes Surabaya meminta agar melakukan pengamatan semua kasus sindrom jaundice akut yang tidak jelas penyebabnya dan ditangani sesuai SOP serta pemeriksaan laboratorium. “Selain itu, melakukan Hospital Record Review (HRR) terhadap hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya dan melaporkan segera jika ada penemuan kasus potensial sesuai indikasi kasus tersebut,” kata Nanik.

 

Sumber : dinkessby

Jurnalis: noe

Pengunjung

Online : 1

Pengunjung hari ini : 56

Kunjungan hari ini : 65

Pengunjung kemarin : 87

Kunjungan kemarin : 180

Total Pengunjung : 17085

Total Kunjungan : 44119

Home

© 2021 PT.Sidoarjo Maju Media. All Rights Reserved.

Design by Velocity Developer

NEWSTICKER
No post ...