SHARE NOW

Jokowi Peringatkan kepada masyarakat untuk mengantisipasi penyakit mulut dan kuku pada saat musim kemarau

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memperingatkan jajaran kabinetnya untuk menghimbau para masyarakat tentang ancaman musim kemarau hingga penyakit mulut dan kuku (PMK) yang saat ini telah menyerang hewan ternak di beberapa daerah. Jokowi telah menyampaikan peringatan hal tersebut pada saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, (09/05).

“Hati-hati mengenai musim kemarau, hati-hati mengenai kebakaran hutan dan lahan, dan juga hati-hati kemarin juga kita sudah bicara dengan menteri-menteri mengenai penyakit kuku dan mulut,” ujar Jokowi dalam video ratas yang dibagikan Biro Pers Sekretariat Kepresidenan, Senin, (09/05).

Mengenai cara mengatasi penanggulanagn penyakit kuku dan mulut pada hewan ternak, Jokowi meminta kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk melakukan lockdown zonasi di wilayah yang ditemukannya penyakit tesebut. Hal ini bertujuan agar mencegah mutase ternak dari satu tempat ke tempat lain.

“Saya juga minta Kapolri betul-betul menjaga ini di lapangan, mengenai pergerakan ternak dari daerah-daerah yang sudah dinyatakan ada penyakit mulut dan kuku. Bentuk satgas sehingga jelas nanti siapa yang bertanggung jawab,” kata Jokowi.

Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) ini dilaporkan terjadi pertama kali menyerang ribuan hewan ternak di Jawa Timur. Gubernur Khofifah Indar Parawansa langsung melakukan sejumlah langkah gerak cepat untuk memutus mata rantai penularan virus tersebut.

Dari hasil penelitian, penyakit ini diketahui menyebar melalui lendir dan angin. Hal ini membuat penyebaran virus ini cukup cepat.

Adapun tanda klinis penyakit PMK di antaranya demam tinggi, mulai 39 hingga 41 derajat celcius, lalu keluar lendir berlebihan dari mulut hewan ternak dan berbusa. Selain itu, terdapat luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, kaki pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, nafas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus.

Sumber: Sekertariat Kepresidenan
Jurnalis: Asep

Pengunjung

Online : 0

Pengunjung hari ini : 100

Kunjungan hari ini : 118

Pengunjung kemarin : 115

Kunjungan kemarin : 538

Total Pengunjung : 24352

Total Kunjungan : 62031

Home

© 2021 PT.Sidoarjo Maju Media. All Rights Reserved.

Design by Velocity Developer

NEWSTICKER
No post ...