SHARE NOW

Kemendag Jemput Bola ke Daerah, Angkat Potensi UKM Fesyen Muslim ke Kancah Global

TVSidoarjo –  Kementrian Perdagangan melalui Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) menggelar “Roat to Jakarta Muslim Fashion Week 2023” di Medan, Sumatra Utara, Kamis (14/7). Kegiatan tersebut merupakan usaha Kemendag dalam memetakan potensi usaha kecil dan menengah (UKM) fesyen muslim yang ada di daerah sekaligus mengjkurasi peserta JMFW 2023 yang akan diadakan pada 20-22 Oktober 2022 mendatang.

Kemendag bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar seri kegiatan “Roat to JMFW 2023” yang terdiri dari seminar dan kurasi untuk menyeleksi peserta yang akan tampil di JMFW 2023. Selain Medan, kegiatan serupa telah diadakan di Bandung pada 27-28 Juni 2020 lalu, dan setelah Medan seri Roat to JMFW 2023 akan digelar di Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.

Road to JMFW 2023 Seri Medan dihadiri desainer dan pelaku usaha produk fesyen muslim, tekstil, aksesoris, dan kosmetik halal. Adapun kegiatan seminar yang dihadiri oleh Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Miftah Farid, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatra Utara Aspan Sofian, serta Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Keanggotaan dan Pemberdayaan Daerah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Utara Muhammad Santri Azhar.

Kegiatan seminar bertemakan “Sustainable Muslim Fashion” menghadirkan narasumber Direktur Industri Aneka dan Industri Kecil Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kementrian Perindustrian Ni Nyoman Ambareny dan CEO IR & IR Songket Deli Irfania Lubis. Selain kegiatan seminar, diadakan juga kurasi yang diikuti 37 merek fesyen muslim untuk dapat tampil pada acara puncak JMFW Oktober nanti. Hadir sebagai kurator dalam acara tersebut adalah CEO CGM Group Svida Alisjahbana, pendiri Islamic Fashion Institute Irna Mutiara, dan Advisory  Board Indonesian Fashion Chamber (IFC) Taruna K. Kusmayadi.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Miftah Farid menyampaikan dalam sambutannya “JMFW merupakan suatu ekosistem yang tidak hanya melibatkan merek fesyen muslim besar tapi juga merek milik UKM di Indonesia. Di sinilah peran Kemendag dalam menjaring potensi UKM tersebut untuk bisa berkontribusi dalam memperkuat industry fesyen muslim nasional”, kata Miftah.

Miftah juga menambahkan, JMFW 2023 membuka luas kesempatan bagi para desainer fesyen, merek dagang, siswa sekolah, merek kosmetik, dan asosiasi fesyen untuk menjadi peserta dalam ajang tersebut. “Mari kita berkolaborasi, kita satukan kekuatan dan sumber daya untuk bersama-sama menyukseskan JMFW 2023 serta menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia”, kata Miftah.

 

Sumber : Kemendag

NEWSTICKER
No post ...