SHARE NOW

Analisis Dokter terkait Tragedi Itaewon

*Analisis Dokter terkait Tragedi Itaewon*

Ada postingan yang beredar cukup luas terkait kejadian di Itaewon. Korban muntah darah, menjadi “ungu”, kaku lantas jatuh seperti robohnya kartu domino. Berikut video yang tersebar luas itu.

Korban segera di-CPR. Tapi CPR banyak membantu pada kemungkinan ke-2 (IMA). Pada kemungkinan ke-1 (PE), CPR perlu segera dibarengi terapi trombolisis atau trombektomi.

Menurut analisis dr Andi Khomeini Takdir, kemungkinan pertama : Emboli paru.

Tanda & gejala utama : sesak napas, nyeri dada, dan batuk disertai darah.

Tanda dan gejala lain : irama jantung tidak teratur, pusing, keringat banyak, demam/meriang, nyeri dan atau bengkak pada tungkai bawah, dan kulit jadi pucat/sianosis.

Apa faktor risiko emboli paru?

1. Obesitas/kegemukan
2. Asap rokok
3. Minuman beralkohol
4. Malas gerak
5. Tirah baring lama
6. Riwayat diabetes, jantung, kanker, stroke, dan covid (juga long covid) due to disfungsi endotel.
7. Terbang/berkendaraan lama (dianjurkan streching).

Koq bisa serentak? Terjadi pada seratusan orang sekaligus?

1. Berdesak-desakan.
2. Tidak bergerak.
3. Rongga dada tertekan.
4. Volume paru berkurang.
5. Pembuluh darah paru ikut tertekan.

1 aspek dari trias Virchow terjadi dalam keramaian itu. 2 aspek lain ada di faktor risiko.

Kemungkinan ke-2 : serangan jantung. Infark Myocard. Kemungkinan ini ada di urutan ke-2 karena kemungkinannya lebih kecil, meski tetap ada kesamaan sebagian gejala : nyeri dada, muntah darah, dan jadi “ungu” (sianosis). Hanya saja, jarang terjadi infark myocard yang serentak.

dr Andi Khomeini Takdir, menyarankan agar masyarakat perlu edukasi luas terkait CPR & pencegahan trombosis.

Pengunjung

Online : 0

Pengunjung hari ini : 0

Kunjungan hari ini : 0

Pengunjung kemarin : 101

Kunjungan kemarin : 119

Total Pengunjung : 24353

Total Kunjungan : 62032

Home

© 2021 PT.Sidoarjo Maju Media. All Rights Reserved.

Design by Velocity Developer

NEWSTICKER
No post ...