SHARE NOW

BPK Jatim Tengarai BSM Madiun Bermasalah

TVSidoarjo – Badan Pemeriksa Keuangan provinsi Jawa Timur (BPK Jatim) menengarai pemberian bantuan beasiswa  siswa miskin (BSM) di kabupaten Madiun tahun 2020 senilai Rp2.582.000 bermasalah.

BPK Jatim mempersoalkan pemberian beasiswa itu karena disalurkan berupa uang tunai, bukan dalam bentuk barang. Sebab, penyaluran beasiswa siswa miskin dalam bentuk uang mengakibatkan siswa penerima tidak mendapatkan haknya secara penuh karena ada pemotongan pajak.

Atas temuan tersebut, BPK Jatim merekomendasikan agar pemberian bantuan untuk siswa yang tidak mendapatkan alokasi bantuan Indonesia Pintar dari APBN tersebut disesuaikan dengan ketentuan pada tahun selanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun, Dra. Siti Zubaedah, M.H. tidak menampik adanya temuan BPK Jatim terkait pemberian beasiswa kepada siswa miskin pada tahun anggaran 2020.

Ia mengatakan, BPK mempersoalkan pemberian bantuan itu karena disalurkan dalam bentuk uang tunai yang ditransfer ke rekening masing-masing siswa penerima. Sedangkan, pemberian bantuan secara tunai tidak bisa diterima sepenuhnya. Di sisi lain, sesuai aturan atas bantuan tersebut harus dikenakan pemotongan pajak sebesar lima persen.

“Dari BPK merekomendasikan agar tidak diberikan dalam bentuk uang yang diberikan secara utuh. Sehingga tahun ini diberikan dalam bentuk barang,” kata Zubaedah, saat dikonfirmasi, Rabu (22/12/2021) siang.

Ia menjelaskan, bantuan bagi siswa miskin itu sudah ditransfer ke rekening masing-masing siswa. Jumlah penerima beasiswa miskin di Kabupaten Madiun pada Tahun 2020 sebanyak 9.428 orang. Rinciannya, siswa SD sebanyak 7.178 orang dan siswa SMP sebanyak 2.250 orang. Uang yang diterima siswa SD sebesar Rp 250.000 per siswa dan untuk siswa SMP sebesar Rp 350.000 per siswa.

Menurutnya, tidak ada kerugian negara dalam temuan tersebut. Sebab, seluruh uang bantuan beasiswa sudah ditransfer ke rekening siswa penerima.

“Tidak ada kerugian negara dan uang sudah diserap seluruh siswa penerima beasiswa,” papar Zubaidah.

Zubaedah menegaskan, pada tahun ini bantuan yang diberikan kepada siswa miskin akan berbentuk barang penunjang kegiatan sekolah. Saat ini, barang yang akan diserahkan kepada siswa miskin itu masih dalam proses lelang.

“Setelah proses lelang selesai, bantuan berbentuk barang itu akan langsung kita salurkan kepada siswa penerima,” pungkasnya.

Sumber : kadindikmadiun

Jurnalis : DIM

Pengunjung

Online : 0

Pengunjung hari ini : 114

Kunjungan hari ini : 274

Pengunjung kemarin : 144

Kunjungan kemarin : 419

Total Pengunjung : 32579

Total Kunjungan : 78126

Home

© 2021 PT.Sidoarjo Maju Media. All Rights Reserved.

Design by Velocity Developer

NEWSTICKER
No post ...